Membuat Instance Microsoft Windows Server 2016 dengan Elastic IP

No comments :

Post a Comment

Leave A Comment...

Pengenalan AWS dan Cara membuat Instances pada AWS

 

Hai! Kembali bersama saya, Ahmad Rifa'i. Kali ini saya akan membahas mengenai platform AWS atau Amazon Web Service. Berikut penjelasan mengenai Amazon Web Service.

AWS atau Amazon Web Services adalah sekumpulan layanan-layanan berbasis Cloud Computing yang di sediakan oleh Amazon sejak tahun 2002. Meskipun salah satu perusahaan raksasa internet ini sering kita kenal untuk membeli buku dan lagu, tetapi sekarang Amazon telah menambah layanannya dalam hal infrastrutktur cloud computing. 

Amazon Web Services ini menyediakan layanan-layanan nya yang saling terintegrasi dan mudah kustomisasi. Pada tahun 2006, amazon mengenalkan Amazon’s Elastic Compute cloud (EC2) sebagai commercial web service yang menyediakan akses cloud kepada perusahaan dan individu untuk menyewa komputer storage yang bisa digunakan sebagai platform pengembangan aplikasi secara online, inilah awal dari IaaS, yaitu perusahaan yang menyediakan infrastruktur sebagai sebuah layanan.

Layanan Amazon Web Services dapat dikelompokkan menjadi 5 bagian besar 

Layanan Komputasi 

Layanan ini di khususkan untuk memberi infrastruktur untuk pengguna yang ingin menggunakan Amazon untuk melakukan komputasi seperti server atau clustered server. Di mana server-server tersebut disebut instance. 

  • Amazon Elastic Compute Cloud (EC2) adalah platform komputasi berupa virtual computer yang dapat di kustomisasi maupun di kembangkan dengan menggunakan prinsip cluster dan load balance. 
  • Amazon Elastic Map Reduce adalah layanan yang membantu dalam analisis data seperti data penjualan, data stock, data server log dan lain-lain. Yang kemudian data-data tersebut dapat di konversikan menjadi sebuah hasil analisis yang dapat digunakan dalam sistem pengambil keputusan. 
  • Elastic Load Balancing adalah layanan yang menjadi satu paket dengan Amazon EC2, di mana layanan ini berfungsi untuk menyeimbangkan beban antara instance-instance yang kita miliki dalam Amazon EC2.

Layanan Penyimpanan 

Layanan yang memberi infrastruktur untuk pengguna yang ingin menggunakan Amazon untuk melakukan penyimpanan. Layanan ini dapat digunakan oleh user sebagai media backup maupun Content Delivery Network (CDN).
  • Amazon Simple Storage Service (S3) adalah layanan media penyimpanan media internet. Amazon S3 dapat menjadi shared folder maupun Network Attached Storage.
  • Amazon Elastic Block Store (EBS) adalah tempat penyimpanan di sitem operasi Amazon EC2. EBS ini juga merupakan media yang disimpan diatas Amazon S3
  • AWS Storage Gateway adalah layanan penyimpanan yang disediakan Amazon untuk perusahaan berskala besar.
  • Amazon CloudFront adalah layanan untuk distribusi konten ke berbagai lokasi server Amazon.

Layanan Basis Data 

Layanan ini di khususkan untuk basis data, di mana basis data kita tersebut disimpan di cloud, dan dapat di akses dari mana saja secara aman, cepat dan terpecaya.
  • Amazon Relational Database Service (RDS) adalah layanan server basis data di mana data dan server akan berada di cloud yang akan menjamin kualitas koneksi, kecepatan, keamanan dan kehandalan. Kita dapat memiliki aplikasi server yang kita mau seperti: MySQL, Oracle dan SQL Server.
  • Amazon DynamoDB adalah layanan server basis data yang NoSQL dengan kualitas koneksi, kecepatan, keamanan dan juga mudah di setup dan konfigurasi.
  • Amazon SimpleDB adalah layanan server basis data yang NoSQL yang mirip dengan Amazon DynamoDB namun dengan skala yang lebih kecil.
  • Amazon ElastiCache adalah layanan memory cache di atas cloud.

Layanan Jaringan 

Layanan ini di khususkan untuk mengatur jaringan antara layanan-layanan yang di dalam cloud maupun di luar cloud.
  • Amazon Route 53 adalah layanan untuk domain name server (DNS).
  • Amazon Virtual Private Cloud (VPC) adalah layanan untuk membuat private cloud dengan menggabungkan layanan-layanan yang ada dalam Amazon Web Services. 

Layanan Aplikasi

Layanan aplikasi ini desediakan oleh Amazon untuk melengkapi layanan-layanan yang lainnya. Layanan-layanan ini seperti aplikasi pencarian, aplikasi notifikasi, aplikasi email server, aplikasi workflow.
  • Amazon CloudSearch adalah layanan untuk menggabungkan fungsi pencarian dari Amazon Cloud Search dengan aplikasi yang kita miliki.
  • Amazon Simple Workflow Service (SWF) adalah layanan alur kerja proses bisnis atau mengelola infratruktur cloud di dalam Amazon Web Service.
  • Amazon Simple Queue Service (SQS) adalah layanan yang menyediakan sistem antrian pesan/intruksi dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya.
  • Amazon Simple Notification Service (SNS) adalah layanan yang menyerupai mailing list, di mana kita dapat melakukan notifikasi kepada klien, nasabah maupun pengguna-pengguna lainnya dengan mengirimkan Email dan SMS.
  • Amazon Simple Email Service (SES) adalah layanan Email yang memperbolehkan menggunakan email server cloud untuk mengirimkan email dengan aman dan cepat. 

Manfaat Amazon Web Services 

  1. Amazon Web Services menyediakan layanan infrastruktur kunci bisnis dunia yang bermanfaat untuk membangun bisnis perusahaan dan sebagai akses penawaran produk dari suatu perusahaan ke perusahaan lain. 
  2. Amazon Web Services juga menyediakan layanan cloud computing sehingga pengguna dapat menyimpan data secara permanen di dalam server di internet. 

Kelebihan Amazon Web Services 

  1. Aman. Amazon Web Services menyediakan kontrol akses untuk memastikan topik dan pesan dijamin terhadap akses yang tidak sah 
  2. Fleksibel. Amazon Web Services dapat diakses di mana saja dan kapan saja. 
  3. Efisiensi waktu dalam bisnis. Perusahaan-perusahan akan lebih dimudahkan dalam melakukan jual beli dengan menggunakan Amazon Web Services. 

Kekurangan Amazon Web Services 

  1. Harga produk yang ditawarkan perusahaan tidak dapat ditawar-tawar 
  2. Barang yang ditawarkan tidak sebanding dengan yang asli
Setelah membaca penjelasan Amazon Web Service diatas, Mari kita persiapkan peralatan yang dibutuhkan.
  1. PuTTY
  2. Koneksi Internet
Tahapan pengerjaan :

A. Mengaktifkan Akun

Untuk mengaktifkan akun, Kalian lakukan setelah kalian mendaftarkan ke dalam AWS Educate.

1. Pertama, Kalian mengunjungi website AWS Educate, yaitu  https://aws.amazon.com/education/awseducate/ Kemudian kalian klik Sign in to AWS Educate.


2. Masukkan e-mail beserta password kalian.


3. Setelah berhasil sign in, Kalian klik menu bar AWS Account.


4. Kemudian kalian klik Create Starter Account.


5. Jika sudah terkonfirmasi, Kalian klik AWS Educate Starter Account.


6. Kalian akan diarahkan ke persyaratan-persyaratan dan peraturan yang terdapat pada AWS Educate. Jika kalian sudah membaca persyaratan-persyaratan dan peraturan yang terdapat pada AWS, Kalian scroll kemudian klik I Agree.


7. Akun AWS Educate kalian telah berhasil dibuat dengan full access. Kalian akan mendapatkan kredit secara default 75$. Kredit tersebut digunakan ketika kalian ingin membuat virtual machine pada AWS Educate.


B. Membuat Instances

1. Untuk membuat Instances (Virtual Machine), Pertama kalian klik AWS Console.


2. Kemudian kalian scroll dan klik menu Launch a virtual machine.


3. Selanjutnya pilih menu Instances lalu klik Launch Instances.


4. Kalian pilih opsi Community AMI'S kemudian pilih OS yang ingin kalian gunakan, Disini saya memilih OS Debian. Klik Select.


5. Pada langkah selanjutnya, Kalian pilih type instance t2 micro. Klik Next Configure Instance Details.


6. Untuk langkah 3, Kalian biarkan secara default.


7. Pada langkah penambahan storage, Kalian atur Size Disk sesuai kebutuhan kalian. Saya memakai Size Disk 8 GiB.


8. Menambahkan Tag pada Instance kalian untuk memudahkan kalian dalam mencari Instance yang telah dibuat. Klik Add Tag.


9. Masukkan nama yang kalian inginkan. Klik Next Configure Security Group.


10. Selanjutnya kalian berikan nama Security group. Kemudian tambahkan rule HTTP. Karena hanya terdapat rule SSH yang secara otomatis sudah terbuat. Untuk menambahkan rule, Kalian klik Add Rule.


11.  Kalian cek kembali, Jika terdapat kesalahan konfigurasi dapat kalian rubah, Jika tidak terdapat kesalahan konfigurasi kalian klik Launch.


12. Kemudian kalian buat key pair agar instances dapat diremote menggunakan PuTTY. Pilih opsi Create a new key pair kemudian berikan nama key pair sesuai keinginan kalian. Kemudian download key pair tersebut.


13. Tunggu hingga proses download key pair selesai.


14. Jika key pair telah selesai didownload, Kalian klik Launch Instances.


15. Dapat kalian lihat jika Instances telah terbuat.


16. Status Instances secara otomatis Running.


17. Agar terhubung ke Instances, Kalian pilih opsi Actions kemudian klik Connect.


18. Kalian konfirmasi kembali dengan cara klik Connect.


C. Meremote Instances menggunakan PuTTY

1. Pertama, Kalian copy Public IPv4 DNS instances kalian.


2. Kemudian jalankan PuTTYgen.


3. Selanjutnya klik Load.


4. Kalian masukkan key pair instances kalian yang sebelumnya telah di download. Jika sudah, klik Open.


5. Akan muncul pop-up notifikasi bahwa key pair telah berhasil diimpor.


6. Kemudian kalian klik Save private key untuk menyimpan key instances kalian dengan format .ppk atau Putty Private Key. Hal ini dikarenakan file dengan format .pem tidak dapat dipakai sebagai key pada PuTTY.


7. Klik Yes pada pop-up notifikasi yang akan muncul.


8. Simpan key pair instances kalian dengan format .ppk atau  Putty Private Key.


9. Kalian cek, apakah sudah tersimpan key pair kalian dengan format .ppk atau Putty Private Key.


10. Sebelum meremote menggunakan PuTTY, Kalian perhatikan username untuk instances debian pada AWS Educate. untuk debian, menggunakan username default admin.


11. Lalu kalian buka (run) PuTTY kalian. Copy ipv4 address public instances kalian. Kemudian kalian ke menu SSH > Auth.


12. Kalian browse file key pair instances kalian yang berformat .ppk atau Putty Private Key.


13. Jika sudah kalian masukkan key pair instances kalian, Klik Open.


14. Akan ada pop-up notifikasi, Kalian klik Yes.


15. Login dengan username default debian pada AWS Educate, yaitu admin.



D. Stop Instances

Untuk menstop instances kalian ikuti cara-cara dibawah ini. Tetapi dengan menstop instances kurang efektif, Karena saldo kredit kalian akan tetap berkurang walaupun instances sedang tidak berjalan.

1. Pertama, Kalian klik kanan pada Instances kalian. Kemudian klik Stop Instance.


2. Kalian konfirmasi kembali bahwa kalian ingin menstop instance. Klik Stop.


3. Instance telah berhasil di stop, Kalian lihat pada menu Instance state.



E. Terminate Instances

Dengan menggunakan cara terminate instances, Saldo kredit kalian tidak akan berkurang walaupun instances kalian sedang tidak berjalan.

1. Pertama, Kalian klik kanan pada Instances kalian. Kemudian klik Terminate Instance.


2. Kalian konfirmasi kembali bahwa kalian ingin menterminate instance. Klik Terminate.


3. Instance telah berhasil di terminate, Kalian lihat pada menu Instance state.
























Sekian Tutorial yang kali ini saya berikan. Terima kasih telah mengunjungi blog saya. Jika ada pertanyaan, Silahkan tinggalkan di kolom komentar ya sobat, atau kalian bisa DM Instagram saya @ahmadrrifai_

No comments :

Post a Comment

Leave A Comment...

Menginstall Proxmox Via VMWare

No comments :

Post a Comment

Leave A Comment...

Menginstall Cloud Host Router Mikrotik di Proxmox VE

 

No comments :

Post a Comment

Leave A Comment...

Mengkonfigurasi Share Hosting pada Debian 9.7 via VMWare

No comments :

Post a Comment

Leave A Comment...

Konfigurasi Control Panel Ajenti pada Debian 9.7 via VMWare

No comments :

Post a Comment

Leave A Comment...

windows cannot access \\

No comments :

Post a Comment

Leave A Comment...

Menginstal serta Menkonfigurasi Web Mail Server Roundcube pada Debian 9.7

Hai! Kembali bersama saya, Ahmad Rifa'i. Kali ini saya akan memberikan penjelasan bagaimana cara menginstall serta menkonfigurasi Roundcube pada Debian 9.7 Via VMware. Sebelum itu, Saya akan memberikan penjelasan mengenai Roundcube.

A. Pengertian Roundcube

RoundCube adalah webmail berbasis IMAP yang ditulis dalam bahasa pemrograman PHP. Fitur andalan RoundCube adalah penggunaan teknologi Ajax untuk menyajikan lebih informasi email secara lebih responsif daripada webmail lainnya tradisional. Email RoundCube sendiri tersedia sebagai salah satu fitur open source yang bisa digunakan pada Email Hosting Provider Hosting salah satunya IDcloudhost.

Requirement dasar untuk instalasi Roundcude:
  • PHP Version 5.2.0 or greater including :
  1. PCRE (perl compatible regular expression)
  2. Session support
  3. Libiconv (recommended)
  4. OpenSSL (recommended)
  5. FileInfo (optional)
  6. Multibyte/mbstring (optional)
  7. Mcrypt (optional)
  • php.ini options:
  1. error_reporting E_ALL & ~E_NOTICE (or lower)
  2. file_uploads on (for attachment upload features)
  3. session.auto_start needs to be off
  • A MySQL or PostgreSQL database engine or the SQLite extension for PHP
  • An SMTP server (recommended) or PHP configured for mail delivery
B. Kelebihan Roundcube

Ada banyak sebenarnya kelebihan dari aplikasi webmail satu ini, berikut beberapa diantaranya:
  1. Seperti yang telah kami sampaikan sebelumnya, ada penggunaan teknologi Ajax ada aplikasinya sehingga teknologinya tentu bisa dibilang canggih, bila dibandingkan dengan aplikasi sejenis yang cenderung kuno atau basic.
  2. Karena ditulis dengan bahasa pemrograman PHP, Anda pastinya bisa lihat sendiri interface yang modern dan tergolong intuitif.
  3. Aplikasi webmail satu ini juga termasuk lengkap dengan beragam fitur yang sering dibutuhkan pada email client. Ada richtext atau komposisi email HTML, buku alamat/kontak, sudah mendukung MIME, bisa kirim dari multiple sender identities, bisa mengkoreksi pengejaan/spell checking, ada 3 view column, fitur drag and drop untuk manajemennya, dan masih banyak fitur lainnya yang bisa memudahkan Anda sebagai pengguna webmail.
Setelah membaca penjelasan diatas, mari kita mulai Konfigurasi-nya

Persyaratan yang diperlukan adalah:
  1. VMWare yang telah terinstall Debian  ( Jika kalian belum menginstal-nya, kalian bisa melihat cara penginstalannya dengan cara klik disini)
  2. Debian kalian sudah terinstal DNS-Server ( Jika kalian belum menginstal-nya, kalian bisa melihat cara penginstalannya dengan cara klik disini)
  3. Debian kalian sudah terinstal DHCP Server ( Hal ini merupakan opsional, Kalian boleh melakukan konfigurasi DHCP Server terlebih dahulu atau tidak melakukan konfigurasi DHCP Server. Jika kalian belum menginstal-nya, kalian bisa melihat cara penginstalannya dengan cara klik disini)
  4. Debian kalian sudah terinstal Web Server Apache2 ( Jika kalian belum menginstal-nya, kalian bisa melihat cara penginstalannya dengan cara klik disini)
  5. Debian kalian sudah terinstal Mail Server ( Jika kalian belum menginstal-nya, kalian bisa melihat cara penginstalannya dengan cara klik disini)
  6. PC atau Laptop
Jika sudah mempersiapkannya, mari kita mulai Konfigurasi-nya :

1. Pertama, Kalian cek terlebih dahulu IP Address debian kalian, Kemudian kalian samakan dengan IP Address yang diberikan pada DNS serta DHCP Server kalian.
ifconfig


2. Selanjutnya, Kalian menginstall Database Server untuk Web Mail Server yang akan kalian install. Disini saya menginstall database server MySQL.
apt-get install mysql-server


3. Kalian tunggu hingga proses penginstallan database server MySQL selesai.


4. Jika penginstallan database server telah selesai, Selanjutnya kalian menginstall Roundcube. Dengan mengetik perintah :
apt-get install roundcube


5. Kalian ikuti instruksi yang diperintahkan. Disini saya diperintahkan untuk memasukkan DVD 1 Debian 9.7.0


6. Kemudian tunggu hingga proses installasi Roundcube selesai.


7. Selanjutnya kalian akan diarahkan ke paket konfigurasi Roundcube, Pada konfigurasi pertama, yaitu konfigurasi Roundcube dengan dbconfig-common, Kalian klik Yes.


8. Pada konfigurasi selanjutnya, Kalian membuat password untuk database MySQL yang digunakan pada Roundcube.


9. Kalian konfirmasi kembali password yang telah kalian buat.


10. Selanjutnya kalian melakukan konfigurasi ulang pada Roundcube yang bertujuan untuk pengecekan apakah konfigurasi yang kalian lakukan sebelumnya sudah benar atau belum.
dpkg-reconfigure roundcube-core


11. Kalian akan diarahkan kembali pada paket konfigurasi Roundcube. Kalian masukkan Mail Server yang akan kalian gunakan pada Roundcube.


12. Kemudian pada pemilihan bahasa kalian pilih en US.


13. Selanjutnya ada notifikasi peringatan, Kalian klik Ok.


14. Jika kalian ingin menginstall kembali database Roundcube, Kalian pilih Yes, Disini saya memilih No dikarenakan saya tidak ingin menginstall ulang kembali database Roundcube.


15. Pada konfigurasi selanjutnya, Kalian memilih Web Server yang akan digunakan Roundcube, Disini saya memilih Apache2.


16. Kemudian kalian restart Web Server Apache2 kalian.


Menkonfigurasi Web Mail Server Roundcube

1. Pertama, Kalian pindah ke direktori /etc/apache2/sites-available, Kemudian kalian copy file 000-default.conf menjadi roundcube.conf. Dengan mengetik perintah :
cd /etc/apache2/sites-available
cp 000-default.conf roundcube.conf


2. Selanjutnya kalian konfigurasi file roundcube.conf. Kalian masukkan Mail Server kalian.
nano roundcube.conf


3. Kemudian kalian aktifkan file roundcube.conf dengan mengetik perintah :
a2ensite roundcube.conf


4. Lalu kalian restart Web Server Apache2 kalian.
/etc/init.d/apache2 restart


Verifikasi Roundcube

1. Pertama, Kalian pastikan client mendapatkan ip dhcp dari server debian kalian. Kalian cek dengan mengetik perintah :
dhcp-lease-list


2. Kalian cek pada PC Client apakah sudah mendapat IP Address DHCP dari Server atau belum.


3. Jika sudah mendapat IP Address DHCP dari Server, Kalian buka browser kalian kemudian mengakses Roundcube dengan mengetikkan Mail Server kalian (mail.rifai.net). Kemudian kalian login menggunakan user yang sebelumnya kalian buat pada konfigurasi Mail Server. Disini saya login sebagai user rifai.


4. Untuk mengirim pesan, Kalian pilih Compose (Tulis Sebuah).


5. Kalian tulis pesan yang ingin kalian kirim, Jangan lupa kalian tuliskan user penerima pesan tersebut. Disini saya memasukkan user adell yang akan menerima pesan tersebut. Kalian pilih Send.


6. Untuk mengecek apakah pesan tersebut sudah berhasil terkirim atau belum, Kalian pilih menu Sent.


7. Selanjutnya kalian logout dari user rifai.


8. Kemudian kalian login sebagai user adell untuk mengecek pesan yang dikirimkan dari user rifai.


9. Pesan yang dikirimkan dari user rifai telah terkirim ke user adell.






















Sekian Tutorial yang kali ini saya berikan. Terima kasih telah mengunjungi blog saya. Jika ada pertanyaan, Silahkan tinggalkan di kolom komentar ya sobat, atau kalian bisa DM Instagram saya @ahmadrrifai_

No comments :

Post a Comment

Leave A Comment...